Npm : 26114001
Kelas : 4KB03
Tugas Softskill, Teorema Bayes
Pengertian Teorema Bayes
Dalam teori probabilitas
dan statistika, teorema Bayes adalah sebuah teorema dengan dua penafsiran
berbeda. Dalam penafsiran Bayes, teorema ini menyatakan seberapa jauh derajat
kepercayaan subjektif harus berubah secara rasional ketika ada petunjuk baru.
Dalam penafsiran frekuentis teorema ini menjelaskan representasi invers
probabilitas dua kejadian. Teorema ini merupakan dasar dari statistika Bayes
dan memiliki penerapan dalam sains, rekayasa, ilmu ekonomi (terutama ilmu
ekonomi mikro), teori permainan, kedokteran dan hukum. Penerapan teorema Bayes
untuk memperbarui kepercayaan dinamakan inferens Bayes.
Misalkan kawan Anda
bercerita dia bercakap-cakap akrab dengan seseorang lain di atas kereta api.
Tanpa informasi tambahan, peluang dia bercakap-cakap dengan perempuan adalah
50%. Sekarang misalkan kawan Anda menyebut bahwa orang lain di atas kereta api
itu berambut panjang. Dari keterangan baru ini tampaknya lebih bolehjadi kawan
Anda bercakap-cakap dengan perempuan, karena orang berambut panjang biasanya
wanita. Teorema Bayes dapat digunakan untuk menghitung besarnya peluang bahwa
kawan Anda berbicara dengan seorang wanita, bila diketahui berapa peluang
seorang wanita berambut panjang.
Misalkan:
·
W adalah kejadian percakapan dilakukan
dengan seorang wanita.
·
L adalah kejadian percakapan dilakukan
dengan seorang berambut panjang
·
M adalah kejadian percakapan dilakukan
dengan seorang pria
Kita dapat berasumsi
bahwa wanita adalah setengah dari populasi. Artinya peluang kawan Anda
berbicara dengan wanita,
P(W) = 0,5
Misalkan juga bahwa
diketahui 75 persen wanita berambut panjang. Ini berarti bila kita mengetahui
bahwa seseorang adalah wanita, peluangnya berambut panjang adalah 0,75. Kita
melambangkannya sebagai:
P(L|W) = 0,75
Sebagai keterangan
tambahan kita juga mengetahui bahwa peluang seorang pria berambut panjang
adalah 0,3. Dengan kata lain:
P(L|M) = 0,3
Di sini kita
mengasumsikan bahwa seseorang itu adalah pria atau wanita, atau P(M) = 1 - P(W)
= 0,5. Dengan kata lain M adalah kejadian komplemen dari W.
Tujuan kita adalah menghitung
peluang seseorang itu adalah wanita bila diketahui dia berambut panjang, atau
dalam notasi yang kita gunakan, P(W|L). Menggunakan teorema Bayes, kita
mendapatkan:
Di sini kita
menggunakan aturan peluang total. Dengan memasukkan nilai-nilai peluang yang
diketahui ke dalam rumus di atas, kita mendapatkan peluang seseorang itu wanita
bila diketahui dia berambut panjang adalah 0,714. Angka ini sesuai dengan
intuisi awal kita, bahwa peluang kawan kita itu bercakap-cakap dengan wanita
meningkat.
Dari contoh di atas
kita bisa merumuskan teorema Bayes secara umum.
Teorema Bayes
Teorema Bayes, diambil
dari nama Rev. Thomas Bayes, menggambarkan hubungan antara peluang bersyarat
dari dua kejadian A dan B sebagai berikut:
|
P(A | B)
=
|
P(B | A) P(A)
|
|
P(B)
|
or
|
P(A | B)
=
|
P(B | A) P(A)
|
|
P(B | A)P(A)
+ P(B | A)P(A)
|
Contoh Aplikasi Dari Teorema Bayes
Di sebuah negara,
diketahui bahwa 2% dari penduduknya menderita sebuah penyakit langka. 97% dari
hasil tes klinik adalah positif bahwa seseorang menderita penyakit itu. Ketika
seseorang yang tidak menderita penyakit itu dites dengan tes yang sama, 9% dari
hasil tes memberikan hasil positif yang salah.
Jika sembarang orang
dari negara itu mengambil test dan mendapat hasil positif, berapakah peluang
bahwa dia benar-benar menderita penyakit langka itu?
Secara sepintas,
nampaknya bahwa ada peluang yang besar bahwa orang itu memang benar-benar
menderita penyakit langka itu. Karena kita tahu bahwa hasil test klinik yang
cukup akurat (97%). Tetapi apakah benar demikian? Marilah kita lihat
perhitungan matematikanya.
Marilah kita lambangkan
informasi di atas sebagai berikut:
·
B = Kejadian tes memberikan hasil
positif.
·
B = Kejadian tes memberikan hasil
negatif.
·
A = Kejadian seseorang menderita
penyakit langka itu.
·
A = Kejadian seseorang tidak menderita
penyakit langkat itu.
Kita ketahui juga
peluang dari kejadian-kejadian berikut:
·
P (A) = 2%
·
P (A) = 98%
·
P (B | A) = 97%
·
P (B | A) = 9%|
P(A | B) =
|
P(B ∩ A)
|
|
P(B)
|
|
|
=
|
P(B | A) × P(A)
|
|
P(B | A)P(A)
+ P(B | A)P(A)
|
|
|
=
|
97% × 2%
|
|
(97% × 2%) + (9% × 98%)
|
|
|
=
|
0.0194
|
|
0.0194 + 0.0882
|
|
|
=
|
0.0194
|
|
0.1076
|
|
|
P(A | B) =
|
0.1803
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar